Kinerja baik, peluang karier tertahan
Hasil kerja tinggi tidak otomatis memberi akses pada proyek penting atau peluang promosi
Keputusan di kantor tidak hanya ditentukan oleh jabatan dan hasil kerja. Ada pengaruh, kepentingan, dan hubungan kekuasaan yang ikut membentuknya, meskipun tidak selalu terlihat dalam struktur organisasi.
Melalui Strategic Political Intelligence (SPI), Anda belajar membaca situasi dan peta kekuasaan, memahami siapa yang berpengaruh dalam sebuah keputusan, serta mengembangkan kemampuan menghadapi politik kantor melalui studi kasus dan praktik yang relevan dengan dunia kerja.
Struktur organisasi menjelaskan jabatan dan kewenangan formal. Namun keputusan juga dipengaruhi kepercayaan, akses informasi, dan hubungan kerja. Karena itu, penting membedakan pihak yang berhak menyetujui, pihak yang memberi pengaruh, dan pihak yang harus menjalankan keputusan.
Jelajahi ProgramMengapa kinerja tinggi tidak selalu berujung promosi?
Mengapa orang tanpa jabatan tertinggi bisa sangat memengaruhi keputusan?
Kapan perbedaan pendapat merupakan persoalan kerja, dan kapan menjadi risiko politik?
Apa yang perlu diperiksa sebelum merespons konflik atau mengambil keputusan karier?
Target yang sama tidak selalu berarti prioritas setiap fungsi selaras. Ketika informasi terlambat, batas kewenangan tidak jelas, dan keputusan berubah tanpa komunikasi yang memadai, kerja sama mudah berubah menjadi friksi dan saling menyalahkan.
Hasil kerja tinggi tidak otomatis memberi akses pada proyek penting atau peluang promosi
Saat kabar baik lebih mudah diterima daripada fakta yang tidak nyaman, pimpinan berisiko memutuskan dengan informasi yang tidak utuh
Perbedaan target, mandat, dan akses data dapat memperlambat persetujuan serta memicu saling menyalahkan
Ketika pengaruh dan kontribusi tidak terlihat jelas, rumor lebih mudah mengalahkan informasi yang dapat diperiksa
Di balik keputusan dan konflik organisasi, ada kepentingan, pengaruh, dan hubungan kekuasaan yang tidak selalu terlihat. Tanpa kemampuan membaca situasi, profesional dapat salah memahami persoalan, keliru menilai pihak yang berpengaruh, bahkan mengambil langkah yang merugikan posisinya sendiri.
Corporate Political Academy membantu profesional dan pemimpin memahami realitas politik organisasi, membaca peta kekuasaan, serta menghadapi dinamika tersebut dengan lebih cermat.
Program ini terdiri dari tiga level, masing-masing enam modul. Pembelajaran dimulai dari memahami struktur kekuasaan dan aktor, berlanjut pada cara menghadapi tekanan serta risiko posisi, hingga pembacaan keputusan eksekutif dan tata kelola.
Kenali kewenangan formal, pengaruh informal, dan pihak yang berperan dalam terbentuknya keputusan
DaftarBaca tekanan dan kepentingan yang saling berhadapan, pahami risiko posisi, dan telaah pilihan respons
DaftarTelaah keputusan eksekutif, perubahan kepemimpinan, suksesi, dan tanggung jawab tata kelola
DaftarPeserta mempelajari kasus organisasi, menguji informasi yang tersedia, lalu memperbarui penilaian ketika situasi berkembang. Materi, simulasi, dan perangkat praktik memiliki fungsi yang berbeda, bukan satu rangkaian bacaan panjang.
Pahami kewenangan, hubungan kerja, dan sumber pengaruh dalam keputusan sehari-hari
Bandingkan bukti dan penjelasan alternatif, lalu tinjau keputusan saat informasi baru muncul
Praktikkan analisis melalui Workplace Toolkit menggunakan kasus fiktif atau data yang aman
Lihat umpan balik untuk mengetahui apa yang sudah tepat dan apa yang perlu diperbaiki
Mulai dengan Pre-Test, lanjutkan Materi Inti, kemudian periksa pemahaman melalui Knowledge Check. Decision Lab melatih pilihan dalam skenario yang berubah; Workplace Toolkit menjadi ruang praktik, dan Post-Test meninjau perkembangan belajar.
Bacaan, pemeriksaan pemahaman, simulasi keputusan, dan praktik berada pada aktivitas tersendiri
Ilustrasi tampilan kegiatan belajar. Aktivitas yang tersedia mengikuti level, akses, dan format kelas peserta.
Tersedia jalur belajar mandiri, kelas terjadwal bersama fasilitator, dan pelatihan untuk perusahaan. Pilih format berdasarkan kebutuhan pendampingan dan konteks kerja.
Akses materi dan aktivitas digital secara mandiri sesuai level dan modul yang telah disetujui
Mulai PendaftaranEnam pertemuan per level dengan diskusi terarah, studi kasus, dan latihan bersama fasilitator
Lihat Jadwal KelasKelas untuk organisasi dengan kasus, fokus pembelajaran, dan format yang disepakati bersama
Diskusikan Pelatihan TimKelas dapat diselenggarakan bersama institusi pendidikan sesuai bentuk kerja sama yang berlaku. Peran mitra berfokus pada pelaksanaan dan perluasan akses, bukan kepemilikan kurikulum.
Strategic Political Intelligence (SPI) merupakan program yang diciptakan dan dimiliki oleh Glenn Karela serta dikembangkan melalui Corporate Political Academy. Petra Christian University dan Universitas Surabaya berperan sebagai mitra institusi sesuai lingkup kerja sama masing-masing.
Original curriculum · Institutional partnershipsPengalaman dari fungsi dan industri yang berbeda memperkaya cara peserta memahami persoalan organisasi. Pertukaran sudut pandang membuka ruang belajar dan hubungan profesional yang lebih luas.
Pengalaman lintas fungsi memberi sudut pandang berbeda terhadap persoalan yang sama
Sebagai konsultan, penulis, dan pengajar, Glenn Karela berfokus pada hubungan kekuasaan, arus informasi, serta proses pengambilan keputusan di organisasi. Pengalaman mendampingi profesional dan pemimpin di lingkungan kerja lintas negara Asia menjadi salah satu dasar pendekatan pengajarannya.
Glenn menciptakan Strategic Political Intelligence sebagai program pendidikan politik organisasi yang menggabungkan pemahaman konsep, pembahasan kasus, dan latihan penerapan. Glenn Political Architecture Audit (GPAA) merupakan layanan asesmen terpisah dengan tujuan yang berbeda.
Lihat Profil Glenn KarelaPenjelasan singkat tentang isi kelas, jalur belajar, pendaftaran, dan peran institusi mitra
Kenali level dan format pembelajaran sebelum memulai pendaftaran.
Jelajahi programKeputusan, pembagian kesempatan, dan penilaian kerja dapat dipengaruhi oleh kewenangan, akses informasi, serta hubungan antarpihak. Pembelajaran politik kantor membantu Anda memahami faktor tersebut tanpa langsung menyimpulkan ada intrik.
Program ini berfokus pada bagaimana politik organisasi memengaruhi keputusan sehari-hari: kewenangan, pengaruh, arus informasi, friksi, dan risiko posisi. Peserta mempelajari konsep, membedah kasus, dan berlatih pada aktivitas LMS yang terpisah dari Materi Inti.
Program ditujukan bagi profesional di berbagai jenjang, mulai dari supervisor dan manajer hingga direktur serta pemilik bisnis. Ketiga level memiliki fokus berbeda; jalur belajar dipilih sesuai peran dan kebutuhan peserta.
Tidak. Materi membahas cara mengenali pengaruh, konflik kepentingan, dan indikasi perilaku yang merugikan dengan penilaian berbasis bukti. Tujuannya adalah meningkatkan kemampuan membaca situasi dan menjaga pertimbangan profesional, bukan mengajarkan manipulasi.
Terdapat tiga level dengan enam modul pada tiap level: Level I Understanding the Invisible Game, Level II The Art of Survival, dan Level III Mastering the Game. Fokus berkembang dari membaca kekuasaan dan aktor, menghadapi tekanan serta risiko posisi, hingga keputusan eksekutif dan tata kelola.
Self-Paced memberi akses belajar mandiri melalui platform digital. Guided Cohort merupakan kelas terjadwal; format onsite standar terdiri dari enam pertemuan masing-masing dua jam per level. Corporate In-House dirancang bersama perusahaan sesuai kebutuhan tim dan cakupan program.
Tidak. Materi Inti berisi konsep, contoh, dan studi kasus. Knowledge Check, Decision Lab, serta Workplace Toolkit merupakan aktivitas tersendiri. Pre-Test dan Post-Test digunakan untuk meninjau perkembangan sesuai konfigurasi dan hak akses peserta.
Gunakan kasus fiktif atau data kerja yang sudah dianonimkan. Peserta tidak boleh mengunggah informasi rahasia perusahaan atau data pribadi pihak lain tanpa kewenangan yang sah.
Pilih jalur belajar, lalu buat akun melalui halaman pendaftaran. Verifikasi email dan persetujuan akses mengikuti ketentuan program. Untuk cohort terjadwal, periksa Jadwal Kelas terlebih dahulu.
SPI adalah program pembelajaran politik organisasi, sedangkan GPAA adalah layanan asesmen dengan tujuan diagnostik yang berbeda. Ketersediaan GPAA dalam suatu kelas atau paket mengikuti ketentuan program.
Ya. Kelas Corporate In-House dapat menyesuaikan contoh kasus, prioritas kompetensi, durasi, dan format pelaksanaan. Tim HR atau L&D dapat menggunakan halaman kontak untuk mendiskusikan kebutuhan perusahaan.
Program SPI diciptakan dan dimiliki oleh Glenn Karela melalui Corporate Political Academy. Petra Christian University dan Universitas Surabaya mendukung penyelenggaraan sesuai lingkup kemitraan, bukan sebagai pemilik kurikulum. Dokumen penyelesaian hanya diberikan jika tercakup dalam ketentuan kelas dan bukan gelar akademik atau sertifikasi profesi terakreditasi.
Kenali program SPI, pilih jalur belajar mandiri atau cohort terjadwal, dan mulai dari level yang sesuai dengan kebutuhan Anda.